Make your own free website on Tripod.com
Holiness is not the luxury of the few; it is a simply duty, for you and for me. To do ordinary things with extraordinary love

Home

Mother Teresa
Her Biografi
Word of Wisdom
Speech on :
Nilai Keluarga
Perceraian
Penghargaan Nobel

Lingk. Paulus

Member
Job Info
Activity
Sekt.Lingkungan

Paroki

Bidang Pelayanan
Sekretariat Paroki

Email Us

Mother Teresa on Family Values and Abortion
The National Prayer Breakfast, Washington, DC, February 5, 1994

English
Bahasa
On the last day, Jesus will say to those on His right hand, "Come, enter the Kingdom. For I was hungry and you gave me food, I was thirsty and you gave me drink, I was sick and you visited me." Pada hari terakhir, Yesus akan berkata kepada orang2 yang ada di kanannya "Mari, masuklah kedalam kerajaan. Karena saat Aku lapar kamu memberi Aku makan, saat Aku haus kamu memberi Aku minium, saat Aku sakit kamu mengunjungi Aku
Then Jesus will turn to those on His left hand and say, "Depart from me because I was hungry and you did not feed me, I was thirsty and you did not give me to drink, I was sick and you did not visit me." Kemudian Yesus berpaling kepada orang2 yang ada dikiri Nya dan berkata "Pergilah dari pada Ku karena saat Aku lapar kamu tidak memberi Aku makan, saat Aku haus kamu tidak memberi aku minum, saat Aku sakit kamu tidak mengunjungi Aku"
These will ask Him, "When did we see You hungry, or thirsty or sick and did not come to Your help?" And Jesus will answer them, "Whatever you neglected to do unto one of these least of these, you neglected to do unto Me!" Orang2 ini akan bertanya kepada Dia. "Kapan kami melihat Kamu lapar, atau haus atau sakit dan tidak dapat menolong Mu ?. Dan Yesus akan menjawab mereka, "Apapun yang kamu abaikan untuk berbuat kepada orang2 yang tersisih ini, kamu abaikan untuk berbuat kepada Ku"
As we have gathered here to pray together, I think it will be beautiful if we begin with a prayer that expresses very well what Jesus wants us to do for the least. St. Francis of Assisi understood very well these words of Jesus and his life is very well expressed by a prayer. Karena kita berkumpul untuk berdoa bersama disini, Saya rasa akan sangat indah jika kita memulainya dengan doa yang menyatakan apa yang Yesus inginkan untuk kita lakukan bagi orang2 yang tersisih. St Francis dari Assisi sangat mengerti perkataan Yesus dan hidupnya sangatlah dinyatakan dalam doa
And this prayer, which we say every day after Holy Communion, always surprises me very much, because it is very fitting for each one of us. Dan dalam doa ini, yang kita ucapkan setiap hari setelah komuni suci , selalu mengejutkan saya, karena itu sangat sesuai dengan kita masing2.
And I always wonder whether 800 years ago when St. Francis lived, they had the same difficulties that we have today. I think that some of you already have this prayer of peace - so we will pray it together. Dan saya selalu berpikir apakah 800 thn lalu saat St. Francis hidup, mereka mempunyai kesulitan yang sama dengan yang kita hadapi hari ini. Saya pikir bahwa beberapa dari anda telah punya doa perdamaian ini - maka kita akan berdoa bersama
Let us thank God for the opportunity He has given us today to have come here to pray together. We have come here especially to pray for peace, joy and love. We are reminded that Jesus came to bring the good news to the poor. Marilah kita berterima kasih kepada Tuhan atas kesempatan yang telah Dia berikan kepada kita hari ini untuk datang kemari dan berdoa bersama. Kita telah datang kemari dengan tujuan untuk berdoa bagi perdamaian, suka cita dan cinta kasih. Kita diingatkan bahwa Yesus datang untuk memberikan kabar suka cita kepada yang miskin.
He had told us what is that good news when He said: "My peace I leave with you, My peace I give unto you." He came not to give the peace of the world which is only that we don't bother each other. He came to give the peace of heart which comes from loving - from doing good to others. Dia telah memberi tahu kita apa kabar baik itu dengan berkata "DamaiKu aku tinggalkan kepada mu, DamaiKu Aku berikan kepada mu". Dia datang tidak hanya untuk memberi kedamaian dunia yang mana kita tidak saling mengganggu. Dia datang untuk memberi kedamaian hati yang datang dari mencintai - dari berbuat baik kepada sesama.
And God loved the world so much that He gave His son - it was a giving. Dan Tuhan sangat mencintai dunia bahkan dengan memberikan putra Nya - itu adalah suatu hadiah
God gave His son to the Virgin Mary, and what did she do with Him? As soon as Jesus came into Mary's life, immediately she went in haste to give that good news. Tuhan memberikan anak Nya kepada perawan Maria, dan apa yang Maria lakukan pada Nya ? Sejak saat Yesus hadir dalam hidup Maria, ia langsung pergi tergesa2 untuk memberikan kabar baik itu
And as she came into the house of her cousin, Elizabeth, Scripture tells us that the unborn child - the child in the womb of Elizabeth - leapt with joy. Dan saat ia masuk ke rumah sepupunya, Elizabeth, alkitab mengatakan bahwa anak yang dikandungnya melonjak kegirangan.
While still in the womb of Mary - Jesus brought peace to John the Baptist who leapt for joy in the womb of Elizabeth. Ketika masih dalam kandungan Maria - Yesus memberi damai kepada Yohanes pembaptis yang melonjak kegirangan di kandungan Elizabeth
And as if that were not enough, as if it were not enough that God the Son should become one of us and bring peace and joy while still in the womb of Mary, Jesus also died on the Cross to show that greater love. Dan seperti nya kurang bahwa Anak harus menjadi salah satu dari kita dan membawa damai dan suka cita seperti pada saat Yesus masih di dalam kandungan Maria, Yesus juga mati di salib untuk memperlihatkan cinta yang lebih besar
He died for you and for me, and for the leper and for that man dying of hunger and that naked person lying in the street, no only of Calcutta, but of Africa, and everywhere. Our Sisters serve these poor people in 105 countries throughout the world. Dia mati untuk kamu dan saya, dan untuk orang lepra dan untuk yang mati karena kelaparan dan untuk orang telanjang yang terbujur di jalanan, tidak hanya di Calcutta, tapi di Africa dan di semua tempat. Suster2 kami merawat orang2 ini di 105 negara di seluruh dunia.
Jesus insisted that we love one another as He loves each one of us. Jesus gave His life to love us and He tells us that we also have to give whatever it takes to do good to one another. And in the Gospel Jesus says very clearly: "Love as I have loved you." Yesus mendesak kita untuk mencintai sesama seperti Ia mencintai masing2 kita. Yesus memberikan nyawanya untuk kita dan Ia berkata bahwa kita harus juga memberikan apapun untuk berbuat baik bagi sesama. Dan di Injil Yesus berkata sangat jelas "Cintailah seperti Aku telah mencintai mu"
Jesus died on the Cross because that is what it took for Him to do good to us - to save us from our selfishness in sin. He gave up everything to do the Father's will - to show us that we too must be willing to give up everything to do God's will - to love one another as He loves each of us. Yesus mati di salib karena itulah cara Dia untuk berbuat baik kepada kita - untuk menyelamatkan kita dari dosa. Dia menyerahkan segalanya untuk melaksanakan kehendak Bapa - untuk memperlihatkan kepada kita bahwa kita juga harus mau untuk merelakan segalanya untuk melakukan kehendak Bapa - untuk mencintai sesama seperti Ia mencintai kita.
If we are not willing to give whatever it takes to do good to one another, sin is still in us. Jikalau kita tidak rela untuk memberikan apapun untuk berbuat baik kepada sesama, dosa masih bersama kita.
That is why we too must give to each other until it hurts. Itulah mengapa kita harus memberi kepada sesama walaupun menyakitkan
It is not enough for us to say: "I love God," but I also have to love my neighbor. St. John says that you are a liar if you say you love God and you don't love your neighbor.
Tidaklah cukup bagi kita untuk berkata "Aku mencitai Tuhan" tetapi aku juga harus mencintai tetanggaku. St. John berkata bahwa kamu adalah pembohong bila kamu berkata bahwa kamu mencintai Tuhan sedangkan kamu tidak mencintai tetangga mu.
How can you love God whom you do not see, if you do not love your neighbor whom you see, whom you touch, with whom you live? And so it is very important for us to realize that love, to be true, has to hurt Bagaimana mungkin kamu mencintai Tuhan yang tidak dapat kamu lihat, jika kamu tidak mencintai tetanggamu yang dapat kamu lihat, kamu sentuh, dengan siapa kamu tinggal. Jadi sangatlah penting bagi kita untuk menyadari bahwa Cinta, untuk menjadi benar, pasti menyakitkan.
I must be willing to give whatever it takes not to harm other people and, in fact, to do good to them. Saya harus mau untuk memberikan apapun untuk tidak menyakiti orang lain, dan nyatanya, berbuat baik kepada mereka.
This requires that I be willing to give until it hurts. Otherwise, there is not true love in me and I bring injustice, not peace, to those around me. Hal ini berarti bahwa saya harus mau memberi walaupun menyakitkan. Kalau tidak, tidak ada cinta sejati didalam diriku dan saya membawa ketidak adilan, bukan damai, kepada orang2 sekitar saya.
It hurt Jesus to love us. We have been created in His image for greater things, to love and to be loved. We must "put on Christ" as Scripture tells us. And so, we have been created to love as He loves us. Yesus sampai sakit untuk mencintai kita. Kita telah diciptakan sesuai citra Nya untuk hal yg lebih besar, untuk mencintai dan dicintai. Kita harus memanggul salib seperti yang dikatakan Kitab Suci. Jadi, kita telah diciptakan untuk mencintai sebagaimana Dia mencintai kita.
Jesus makes Himself the hungry one, the naked one, the homeless one, the unwanted one, and He says, "You did it to Me." Yesus membuat dirinya sebagai yang lapar, yang telanjang, yang tuna wisma, yang tidak diinginkan, dan Dia berkata "Kamu melakukan itu untuk Ku"
On the last day He will say to those on His right, "whatever you did to the least of these, you did to Me, and He will also say to those on His left, whatever you neglected to do for the least of these, you neglected to do it for Me." Pada hari terakhir Dia akan berkata pada yang disebelah kananNya "Apapun yang kamu lakukan untuk kaum yang tersisih ini, kamu lakukan terhadap Ku" dan Dia juga berkata kepada yang disebelah kiri Nya "Apapun yang kamu tolak untuk lakukan untuk kaum yang tersisih ini, kamu tolak untuk lakukan terhadap Ku"
When He was dying on the Cross, Jesus said, "I thirst." Jesus is thirsting for our love, and this is the thirst of everyone, poor and rich alike. We all thirst for the love of others, that they go out of their way to avoid harming us and to do good to us. This is the meaning of true love, to give until it hurts. Ketika Yesus sedang sekarat di salib, Dia berkata "Aku haus". Yesus haus akan cinta kasih kita, dan ini adalah rasa haus dari semua orang, baik yang kaya maupun yang miskin. Kita semua haus akan cinta dari sesama, sehingga mereka akan menyingkir agar tidak menyakiti kita dan berbuat baik kepada kita. Inilah arti cinta sejati, untuk memberi walaupun menyakitkan
I can never forget the experience I had in visiting a home where they kept all these old parents of sons and daughters who had just put them into an institution and forgotten them - maybe. Saya tidak dapat melupakan pengalaman ketika mengunjungi sebuah rumah jompa dimana anak-anak mereka menitipkan orang tuanya dan mungkin - melupakannya.
I saw that in that home these old people had everything - good food, comfortable place, television, everything, but everyone was looking toward the door. And I did not see a single one with a smile on the face. Saya melihat bahwa dalam rumah itu orang tua2 itu punya segalanya - makanan yang baik, tempat yang nyaman, televisi, segalanya, tetapi semua orang melihat ke arah pintu. Dan saya tidak melihat seorang pun dengan senyuman di wajahnya.
I turned to Sister and I asked: "Why do these people who have every comfort here, why are they all looking toward the door? Why are they not smiling?" Aku berpaling ke suster dan bertanya "Mengapa orang2 ini yang mendapat kenyamanan di sini masih melihat ke arah pintu ? Mengapa mereka tidak tersenyum ?"
I am so used to seeing the smiles on our people, even the dying ones smile. Saya terbiasa untuk melihat senyum di orang2 kami, bahkan yang mati pun tersenyum
And Sister said: "This is the way it is nearly everyday. They are expecting, they are hoping that a son or daughter will come to visit them. They are hurt because they are forgotten." And see, this neglect to love brings spiritual poverty. Dan suster berkata "Beginilah keadaannya hampir setiap hari. Mereka sedang menunggu. Mereka berharap bahwa anak2 nya akan datang untuk mengunjungi mereka. Mereka kecewa karena mereka dilupakan:" Lihat, bahwa penolakan untuk mencintai membawa kemiskinan spiritual.
Maybe in our own family we have somebody who is feeling lonely,who is feeling sick, who is feeling worried. Are we there? Are we willing to give until it hurts in order to be with our families, or do we put our own interests first? Mungkin dalam keluarga kita, kita ada seseorang yang merasa kesepian, yang merasa saking, khawatir. Apakah kita ada disana ? Apakah kita mau untuk memberi walaupun menyakitkan supaya dapat berkumpul dengan keluarga kita, atau kita lebih mendahulukan kepentingan kita ?
These are the questions we must ask ourselves, especially as we begin this year of the family. Inilah pertanyaan2 yang harus kita jawab sendiri, terutama kita memasuki tahun keluarga.

We must remember that love begins at home and we must also remember that 'the future of humanity passes through the family.

Kita harus ingat bahwa cinta dimulai di rumah dan kita juga harus ingan bahwa masa depan dari kemanusiaan dialirkan melalui keluarga.

I was surprised in the West to see so many young boys and girls given to drugs. And I tried to find out why. Why is it like that, when those in the West have so many more things than those in the East?
And the answer was: 'Because there is no one in the family to receive them.'

Saya terkejut di Barat untuk melihat banyak muda/mudi terlibat narkoba. Dan saya mencoba untuk mencari tahu mengapa. Mengapa demikian, ketika orang2 Barat lebih banyak berpunya dibanding orang2 Timur ? Dan jawabannya adalah karena tidak ada seorang pun dalam keluarga yang menerima mereka.
Our children depend on us for everything - their health, their nutrition, their security, their coming to know and love God. For all of this, they look to us with trust, hope and expectation.
But often father and mother are so busy they have no time for their children, or perhaps they are not even married or have given up on their marriage.
Anak bergantung pada kita untuk segala hal - kesehatan, nutrisi, keamanannya, pengetahuannya akan dan cinta Tuhan. Untuk semua ini, mereka melihat pada kita dengan kepercayaan dan harapan.
Tetapi seringkali orang tua sedemikian sibuk sehingga mereka tidak mempunya waktu untuk anak2 nya atau bahkan mungkin mereka tidak menikah atau menyerah atas pernikahan mereka.
So their children go to the streets and get involved in drugs or other things. We are talking of love of the child, which is where love and peace must begin. Maka anak2 pergi ke jalan dan terlibat dalam narkoba atau hal2 lain. Kita berbicara tentang mecintai anak kecil, dimana cinta dan kedamaian harus dimulai.
These are the things that break peace. Hal 2 inilah yang merusakkan perdamaian
But I feel that the greatest destroyer of peace today is abortion, because it is a war against the child, a direct killing of the innocent child, murder by the mother herself. Tetapi saya merasa bahwa perusak paling besar dari kedamaian dewasa ini adalah aborsi, karena itu adalah perang melawan anak2, pembunuhan langsung atas anak2 yang tidak bersalah, pembunuhan oleh ibu nya sendiri.
And if we accept that a mother can kill even her own child, how can we tell other people not to kill one another? How do we persuade a woman not to have an abortion? Dan jika kita menerima bahwa seorang ibu bahkan dapat membunuh anaknya, bagaimana mungkin kita memberi tahu orang lain untuk tidak membunuh sesamanya ? Bagaimana kita membujukk seorang ibu untuk tidak melakukan aborsi ?

As always, we must persuade her with love and we remind ourselves that love means to be willing to give until it hurts.
Jesus gave even His life to love us. So, the mother who is thinking of abortion, should be helped to love, that is, to give until it hurts her plans, or her free time, to respect the life of her child. The father of that child, whoever he is, must also give until it hurts.

Seperti biasa, kita harus membujuknya dengan cinta kasih dan kita harus ingat bahwa cinta berarti mau memberi walaupun menyakitkan.
Yesus memberikan bahkan hidupNya kepada kita. Maka ibu yang berpikir untuk melakukan aborsi, harus dibantu untuk dapat mencintai, dengan kata lain, untuk memberi walaupun mempengaruhi rencana2 nya, waktu bebasnya, untuk menghargai kehidupan anaknya. Ayah dari anak itu, siapa pun dia, juga harus mau memberi walau menyakitkan.

By abortion, the mother does not learn to love, but kills even her own child to solve her problems. And, by abortion, that father is told that he does not have to take any responsibility at all for the child he has brought into the world.

Dengan aborsi, ibu tidak belajar bagaimana mencintai, tetapi bahkan membunuh anak nya sendiri untuk keluar dari masalahnya. Dan dengan aborsi, ayah nya tidak belajar unuk bertanggung jawab atas anak yang dia telah bawa ke dunia ini.
The father is likely to put other women into the same trouble. So
abortion just leads to more abortion. Any country that accepts abortion is not teaching its people to love, but to use any violence to get what they want.
Pria tersebut cenderung akan membuat wanita lain berada dalam posisi yang sama. Jadi aborsi hanya mengarah ke aborsi yang lain. Setiap negara yang menerima aborsi tidak mengajarkan kepada rakyatnya untuk mencintai, tetapi untuk menggunakan kekerasan dalam mendapatkan apa yang mereka inginkan.
This is why the greatest destroyer of love and peace is abortion Inilah mengapa penghancur terbesar dari cinta dan kedamaian adalah aborsi.
Many people are very, very concerned with the children of India, with the children of Africa where quite a few die of hunger, and so on. Many people are also concerned about all the violence in this great country of the United States. Banyak orang yang sangat sangat perhatian pada anak2 di India, anak2 Afrika, dimana sedikit diantaranya meninggal karena kelaparan dsb. Banyak orang juga khawatir mengenai kekerasan yang terjadi di negara besar ini (US)
These concerns are very good. But often these same people are not concerned with the millions who are being killed by the deliberate decision of their own mothers. Kekhawatiran seperti ini sangatlah baik. Tapi seringkali orang2 yang sama tidak khawatir terhadap jutaan anak yang secara sengaja dibunuh atas keputusan ibu nya

And this is what is the greatest destroyer of peace today - abortion which brings people to such blindness.

Dan ini adalah apa yang menjadi perusak terbesar dewasa ini - aborsi yang membawa masyarakat kedalam kebutaan.
And for this I appeal in India and I appeal everywhere - "Let us bring the child back." The child is God's gift to the family. Each child is created in the special image and likeness of God for greater things - to love and to be loved. Dan untuk hal ini saya tampil di India dan dimana saja - "Mari kita membawa anak2 kembali ". Anak adalah hadiah Tuhan kepada keluarga. Setiap anak diciptakan dalam citra khusus menyerupai Tuhan untuk hal2 yang lebih besar - untuk mencintai dan dicintai.
In this year of the family we must bring the child back to the center of our care and concern. This is the only way that our world can survive because our children are the only hope for the future. As older people are called to God, only their children can take their places. Dalam tahun keluarga ini kita harus membawa kembali anak kedalam pusat perhatian dan perawatan kita. Hanya inilah jalan agar dunia kita dapat terus hidup karena anak2 kita adalah harapan masa depan. Seiring dengan orang2 yang lebih tua dipanggil Tuhan, anak2 merekalah yang menggantikan tempatnya.
But what does God say to us? He says: "Even if a mother could forget her child, I will not forget you. I have carved you in the palm of my hand." We are carved in the palm of His hand; that unborn child has been carved in the hand of God from conception and is called by God to love and to be loved, not only now in this life, but forever. God can never forget us. Tapi apa yang Tuhan katakan kepada kita ? Dia berkata "Walaupun seorang ibu dapat melupakan anaknya, Aku tidak akan melupakanmu, Aku telah mengukir mu di telapak tangan Ku". Kita telah terukir di telapak tangan Nya, bayi yang belum lahir telah terukir di telapak tangan Tuhan dan dipanggil Tuhan untuk mencintai dan dicintai, tidak hanya sekarang di hidup ini tetapi selamanya. Tuhan tidak dapat melupakan kita.
I will tell you something beautiful. We are fighting abortion by adoption - by care of the mother and adoption for her baby. We have saved thousands of lives. Saya akan bercerita sesuatu yang indah. Kami memerangi aborsi dengan adopsi - dengan merawat sang ibu dan mengadopsi bayinya. Kami menyelamatkan ribuan jiwa.
We have sent word to the clinics, to the hospitals and police stations:"Please don't destroy the child; we will take the child." So we always have someone tell the mothers in trouble: "Come, we will take care of you, we will get a home for your child." Kami sudah berkirim surat ke klinik2, rumah2 sakit dan kantor polisi. "Mohon jangan hancurkan anak tsb, kita akan mengambilnya". Maka kita selalu ada yang memberitahu ibu yang sedang kesulitan. "Mari kami akan merawat kamu, kami akan mendapatkan rumah untuk anak itu"

And we have a tremendous demand from couples who cannot have a child - but I never give a child to a couple who have done something not to have a child. Jesus said, "Anyone who receives a child in my name, receives me." By adopting a child, these couples receive Jesus but, by aborting a child, a couple refuses to receive Jesus.

Dan kami mendapatkan permintaan yang cukup banyak dari pasangan yang tidak dapat mempunyai anak - tetapi saya tidak pernah memberikan anak pada pasangan yang telah berbuat sesuatu supaya tidak mempunyai anak. Yesus berkata "Siapa pun yang menerima seorang anak dalam nama Ku, berarti menerima Aku".
Please don't kill the child. I want the child. Please give me the child. I am willing to accept any child who would be aborted and to give that child to a married couple who will love the child and be loved by the child. Mohon jangan bunuh anak itu, Kami menginginkannya. Mohon berikanlah kepada kami. Kami mau menerima anak yang akan diaborsi dan akan memberikannya kepada pasangan yang akan mencintai dan dicintai oleh anak itu.
From our children's home in Calcutta alone, we have saved over 3000 children from abortion. These children have brought such love and joy to their adopting parents and have grown up so full of love and joy. Dari rumah anak2 kami di Calcutta, kami telah menyelamatkan lebih dari 3000 anak dari aborsi. Anak2 ini telah membawa cinta dan suka cita kepada orang tua aknat mereka dan telah tumbuh penuh dengan cinta dan suka cita
I know that couples have to plan their family and for that there is natural family planning. The way to plan the family is natural family planning, not contraception. In destroying the power of giving life, through contraception, a husband or wife is doing something to self.
Saya tahu pasangan harus merencanakan keluarganya dan untuk itu ada perencanaan kelurga alamiah. Cara dalam merencanakan keluarga adalah dengan perencanaan alamiah bukan dengan kontrasepsi. Dengan menghancurkan kekuatan yang memberikan kehidupan, melalaui kontrasepsi, suami atau istri telah melakukan sesuatu kepada dirinya sendiri.
This turns the attention to self and so it destroys the gifts of love in him or her. Ini mengalihkan perhatian kepada diri sendiri sehingga menghancurkan cinta kepada pasangannya.
In loving, the husband and wife must turn the attention to each other as happens in natural family planning, and not to self, as happens in contraception. Once that living love is destroyed by contraception, abortion follows very easily. Dalam mencintai, suami dan istri harus mengalihkan perhatian nya kepada pasangannya seperti yang terjadi dalam perencanaan alamaiah dan bukan kepada dirinya sendiri seperti dengan konstrasepsi. Sekali saja cinta yang hidup dihancurkan melalui kontrasepsi maka aborsi akan dengan mudah mengikuti
I also know that there are great problems in the world - that many spouses do not love each other enough to practice natural family planning. We cannot solve all the problems in the world, but let us never bring in the worst problem of all, and that is to destroy love. And this is what happens when we tell people to practice contraception and abortion. Saya juga tahu bahwa ada masalah besar di dunia - banyak orang yang tidak cukup mencintai pasangannya untuk melakukan perencanaan alamiah. Kita tidak dapat mengatasi semua masalah di dunia ini, tapi jangalah kita membawa masalah yang lebih parah dari semuanya, yaitu menghancurkan cinta kasih. Dan inilah yang terjadi dikala kami menganjurkan kepada orang yang mempraktekkan kontrasepsi dan aborsi.

The poor are very great people. They can teach us so many beautiful things. Once one of them came to thank us for teaching her natural family planning and said: "You people who have practiced chastity, you are the best people to teach us natural family planning because it is nothing more than self-control out of love for each other."

Orang miskin adalah orang yang hebat. Mereka dapat mengajarkan kami banyak hal2 indah. Suatu kali seorang dari mereka datang kepada kami untuk berterima kasih telah mengajarkan mereka mengenai perencanaan alamiah dan berkata : "Kalian orang2 yang telah menjalani kesucian, kalian adalah orang2 yang terbaik untuk mengajarkan kepada kami perencanaan keluarga alamiah karena itu tidaklah lebih daripada penguasaan diri akan cinta pada pasangannya"
And what this poor person said is very true. These poor people maybe have nothing to eat, maybe they have not a home to live in, but they can still be great people when they are spiritually rich. Dan apa yang orang miskin tadi katakan sangat benar. Orang miskin ini mungkin tidak punya apa2 untuk dimakan, mungkin tidak punya tempat untuk tinggal, tetapi mereka dapat menjadi orang yang hebat saat mereka kaya secara rohani.
When I pick up a person from the street, hungry, I give him a plate of rice, a piece of bread. But a person who is shut out, who feels unwanted, unloved, terrified, the person who has been thrown out of society - that spiritual poverty is much harder to overcome. Ketika saya mengambil seseorang dari jalanan, kelaparan, Saya menberikan dia sepiring nasih, dan seiris roti. Tetapi orang itu yang selalu dibentak, yang merasa tidak diinginkan, tidak dicintai, ketakutan, orang yang terbuang dari masyarakt - kemiskinan rohani semacam itu lebih sulit untuk diatasi.
And abortion, which often follows from contraception, brings a people to be spiritually poor, and that is the worst poverty and the most difficult to overcome. Dan aborsi , yang seringkali mengikuti kontrasepsi, membawa orang ke kemiskinan spiritual, dan itu adalah kemiskinan terburuk dan yang paling sulit untuk diatasi.
Those who are materially poor can be very wonderful people. One evening we went out and we picked up four people from the street. And one of them was in a most terrible condition.
I told the Sisters: "You take care of the other three; I will take care of the one who looks worse." So I did for her all that my love can do. I put her in bed, and there was such a beautiful smile on her face. She took hold of my hand, as she said one word only: "thank you" - and she died.
Mereka yang miskin harta dapat menjadi orang yang menyenangkan. Suatu sore kami keluar dan mengambil 4 orang dari jalanan. Dan salah seorang dari merek kondisinya paling parah.
Saya berkata kpd sdri2 "Kalian urus ketiga yang lain, aku urus yang tampaknya lebih parah ini". Maka saya perbuat apa saja yang saya bisa lakukan. Saya membaringkan dia di ranjang, dan tampak ada senyuman indah di wajahnya. Dia merengkuh tanganku, untuk bicara satu patah kata "terima kasih", dan dia meninggal.
I could not help but examine my conscience before her. And I asked: "What would I say if I were in her place?" And my answer was very simple. I would have tried to draw a little attention to myself. I would have said: "I am hungry, I am dying, I am cold, I am in pain," or something. Saya tidak dapat menolong dan bertanya-tanya, "Apa yang mungkin saya katakan jika pada tempatnya ?" Dan jawabannya cukup sederhana. Saya mungkin akan menarik perhatian, Saya mungkin akan berkata " Saya lapar, Saya sekarat, Saya kedinginan, Saya kesakitan", atau sejenisnya.
But she gave me much more - she gave me her grateful love. And she died with a smile on her face. Tapi dia memberi saya lebih dari itu - dia memberi saya cinta kasih yng tulus. Dan dia mati dengan senyum di wajahnya.
Then there was the man we picked up from the drain, half eaten by worms and, after we had brought him to the home, he only said, "I have lived like an animal in the street, but I am going to die as an angel, loved and cared for." Lalu ada seorang pria yang kami ambil dari selokan, separoh dimakan oleh cacing, dan setelah kami bawa dia kerumah, dia hanya berkata "Aku telah hidup seperti binatang di jalan, tapi aku akan mati seperti malaikat, dicintai dan diperhatikan "
Then, after we had removed all the worms from his body, all he said, with a big smile, was: "Sister, I am going home to God" - and he died. It was so wonderful to see the greatness of that man who could speak like that without blaming anybody, without comparing anything. Like an angel - this is the greatness of people who are spiritually rich even when they are materially poor. Lalu, setelah kita membersihkan semua cacing di tubuhnya, yang dia katakan, dengan senyum nya yang lebar "Sdri, aku akan pulang kerumah Tuhan" dan dia mati. Sangatlah menggembirakan untuk melihat kebesaran orang itu yang dapat berkata demikian tanpa menyalahkan siapa saja, tanpa membandingkan apapun. Seperti seorang malaikat - inilah kebesaran orang yang kaya secara rohani walaupun miskin secara jasmani.
We are not social workers. We may be doing social work in the eyes of some people, but we must be contemplative in the heart of the world. Kami bukan pekerja sosial. Kami mungkin bekerja sosial di mata beberapa orang, tetapi kami harus tetap merenung dalam hati dunia ini.
For we must bring that presence of God into your family, for the family that prays together, stays together. There is so much hatred, so much misery, and we with our prayer, with our sacrifice, are beginning at home. Karena kami harus menyatakan kehadiran Tuhan didalam keluarga anda, keluarga yang berdoa bersama, tinggal bersama. Terdapat banyak kebencian, kepedihan, dan kami dengan doa kami, dengan pengorbanan kami, dimulai dari rumah.

Love begins at home, and it is not how much we do, but how much love we put into what we do.

Cinta dimulai di rumah, dan bukanlah berapa banyak yang kita lakukan, tetapi berapa banya cinta yang kita masukkan pada apa yang kita kerjakan.

If we are contemplative in the heart of the world with all its problems, these problems can never discourage us. We must always remember what God tells us in Scripture: "Even if a mother could forget the child in her womb" - something impossible, but even if she could forget - "I will never forget you."

Jika kami tetap setia dalam jantung dunia dengan segala masalahnya, masalah2 tersebut tidak akan pernah mengendurkan kami. Kami harus selalu ingat bahwa Tuhan berkata didalam Injil "Walaupun seorang ibu dapat melupakan anak yang dikandungnya" - sesuatu yang tidak mungkin, tapi bila itu terjadi " Aku tidak akan melupakan kamu "
And so here I am talking with you. I want you to find the poor here, right in your own home first.
And begin love there.
Be that good news to your own people first. And find out about your next-door neighbors. Do you know who they are?
Dan disinilah saya berbicara dengan anda. Saya ingin anda menemukan yang miskin di sini, pertamakali tepat dirumah anda. Dan mulailah cinta di sana. Jadilah kabar gembira pada orang2 mu dulu. Dan temukan mengenai tetangga mu. Apa yang kamu tahu mengenai mereka ?
I had the most extraordinary experience of love of neighbor with a Hindu family. A gentleman came to our house and said: "Mother Teresa, there is a family who have not eaten for so long. Do something." Saya mempunyai pengalaman luar biasa tentang cinta tetangga dengan sebuah keluarga Hindu. Seorang pria datang ke rumah kami dan berkata "Mother Teresa, ada sekeluarga yang belum makan cukup lama, lakukanlah sesuatu "
So I took some rice and went there immediately. And I saw the children - their eyes shining with hunger. I don't know if you have ever seen hunger. But I have seen it very often. Maka saya mengambil beras dan pergi ke sana dengan segera. Dan saya melihat anak2 - mata mereka menyinarkan kelaparan. Saya tidak tahu apakah anda pernah melihat kelaparan. Tetapi saya sering melihatnya
And the mother of the family took the rice I gave her and went out. Dan ibu keluarga itu mengambil beras yang saya berikan dan pergi keluar.
When she came back, I asked her: "Where did you go? What did you do?"
Ketika dia kembali saya bertanya "Pergi kemana dan apa yang kamu lakukan?"
And she gave me a very simple answer: "They are hungry also." What struck me was that she knew - and who are they? A Muslim family - and she knew. Dan dia memberikan jawabah yang sederhana "Mereka juga lapar". Apa yang mengagetkan saya adalah bahwa dia tahu - siapakah mereka ? Keluarga muslim dan dia tahu itu.
I didn't bring any more rice that evening because I wanted them, Hindus and Muslims, to enjoy the joy of sharing. Saya tidak membawa nasi lagi malam itu karena saya menginginkan mereka Hindu dan Muslim untuk merasakan nikmatnya berbagi.
But there were those children, radiating joy, sharing the joy and peace with their mother because she had the love to give until it hurts. And you see this is where love begins - at home in the family. Tetapi anak2 itu, yang menyinarkan kebahagian, membagi suka cita dan damai itu bersama ibu mereka karena dia telah mencintai mereka walaupun menyakitkan. Dan anda lihat disinilah tempat dimana cinta dimulai - di rumah di keluarga.
So, as the example of this family shows, God will never forget us and there is something you and I can always do. We can keep the joy of loving Jesus in our hearts, and share that joy with all we come in contact with. Maka, seperti contoh yang diperlihatkan keluarga ini, Tuhan tidak akan melupakan kita dan selalu ada hal2 yang kamu dan saya dapat lakukan. Kita dapat terus berbahagia dengan mencintai Yesus di dalam hati, dan berbagi kegembiraan itu dengan semua orang yang berhubungan dengan kita.
Let us make that one point - that no child will be unwanted, unloved, uncared for, or killed and thrown away. And give until it hurts - with a smile. Mari kita membuat satu point - bahwa tidak seorang anak yang tidak diinginkan, tidak dicintai, tidak diperhatikan atau dibunuh dan dibuang. Dan berikan walaupun menyakitkan - dengan senyuman.
Because I talk so much of giving with a smile, once a professor from the United States asked me: "Are you married?" And I said: "Yes, and I find it sometimes very difficult to smile at my spouse, Jesus, because He can be very demanding - sometimes." This is really something true. Karena saya banyak bicara mengenai memberi sambil tersenyum, pernah seorang professor dari US bertanya "Apakah kamu menikah ?" Dan saya berkata "Ya, dan kadang2 saya sulit untuk tersenyum dengan pasangan saya, Yesus, karena kadang kala dia sangat penuntut". Ini kadang benar.
And this is where love comes in - when it is demanding, and yet we can give it with joy. Dan disinilah dimana cinta masuk - ketika ada tuntutan, dan meskipun demikian kita dapat memberi dengan gembira

One of the most demanding things for me is travelling everywhere - and with publicity. I have said to Jesus that if I don't go to heaven for anything else, I will be going to heaven for all the travelling with all the publicity, because it has purified me and sacrificed me and made me really ready to go to heaven.

Sesuatu yang paling menuntut bagi saya adalah perjalanan kesana-sini - dan dengan publisitas. Saya telah berkata kepada Yesus bahwa jika aku tidak ke surga untuk sesuatu yang lain, saya akan pergi kesurga dengan begitu banyak perjalanan dan publisitas, karena hal itu telah menyucikan dan mengorbankan saya dan membuat saya sangat siap untuk pergi ke surga.
If we remember that God loves us, and that we can love others as He loves us, then America can become a sign of peace for the world. From here, a sign of care for the weakest of the weak - the unborn child - must go out to the world. Jika kita ingat Tuhan mencintai kita, dan bahwa kita dapat mencintai sesama seperti Dia mencintai kita, maka Amerika dapat menjadi tanda perdamaian bagi dunia. Dari sini, tanda perhatian bagi yang terlemah diantara yang lemah - anak yang belum lahir - dapat menyebar ke seluruh dunia.

If you become a burning light of justice and peace in the world,
then really you will be true to what the founders of this country stood for.
God bless you!

Jika kamu menjadi mercusuar untuk keadilan dan kedamaian di dunia maka berarti kamu benar benar membela apa diyakini oleh para pendiri bangsa ini.
Tuhan memberkati